Kanker The sillent Killer

Kanker
The sillent Killer
Kanker adalah satu golongan penyakit yang timbul akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang akhirnya berubah menjadi sel kanker. Sel ini secara terus-menerus dapat tumbuh dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Kanker dapat menyerang semua organ, semua bagian tubuh, dan pada semua golongan umur. Namun penyakit ini lebih banyak menimpa orang yang berusia diatas 40 tahun. Umumnya, sebelum kanker menyebar atau merusak jaringan disekitarnya, penderita tidak mempunyai keluhan atau merasakan gejala apapun. Biasanya keluhan atau gejala muncul setelah penyakit tersebut telah lama berlanjut. Hasil penelitian dan study mengatakan, sebagian besar dari penyakit kanker disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, seperti pola makan yang tidak seimbang, merokok, kontak berlebihan dengan sinar matahari, berganti-ganti pasangan seksual, lingkungan hidup dan pekerjaan yang berhubungan dengan penyebab kanker. Sebenarnya, semua orang bisa saja melakukan pencegahan dengan cara hidup sehat atau dengan menghindari semua faktor penyebab kanker. Namun masalahnya, hingga kini pengetahuan masyarakat tentang perilaku hidup sehat masih terbatas. Sebaliknya, masyarakat lebih sering menerima informasi yang kurang tepat tentang penyakit tersebut. Penyakit kanker sangat berhubungan erat dengan faktor ligkungan. Karena itu cara yang paling efektif untuk mencegahnya adalah dengan memperhatikan dan menjaga faktor lingkungan.
Kelompok penyebab kanker
a.    Golongan kimia
Golongan kimia merupakan salah satu penyebab besar dari berbagai jenis kanker. Dalam kehidupan modern, bahan kimia sintetik (xenobiotics) yang banyak digunakan masyarakat, dapat meracuni sel tubuh dan menimbulkan kekacauan pada sistem pertumbuhan sel. Akibatnya pertumbuhan sel tubuh tidak terkendali dan berubah menjadi kanker. Berbagai jenis bahan kimia tersebut diantaranya, kelompok aldehyde, sacharine, pestisida, logam berat nickel, chrommate, serta beberapa bahan kimia lain yang di identifikasi sebagai karsinogenik.
b.    Golongan fisik
Termasuk didalamnya berbagai bahan radio aktif, radium, uranium, gas-gas radon, medan magnet listrik dan sinar ultra violet. Benda-benda ini sering berada disekitar kita. Baik dalam bentuk peralatan rumah tangga maupun dalam pemukiman atau lingkungan.
c.    Golongan mikroba
Termasuk didalamnya adalah virus, alfatoxin dan berbagai jenis jamur yang banyak terdapat disekitar kita.

Strategi menghadapi kanker
Sampai saat ini pengobatan kanker yang tersedia hanya dengan operasi, terapi kimia melaului obat-obatan dan terapi klinis dengan alat-alat yang mahal, yang semakin lama terasa semakin terbatas kemampuannya. Hasil operasi pun sering tidak tuntas. Sedikit atau satu sel kanker saja yang tertinggal dalam operasi tersebut, maka kanker akan tumbuh lagi. Selanjutnya, bila metastasis atau penyebaran terjadi, banyak organ yang telah ditumbuhi sel kanker. Pendekatan terbaru adalah dengan memahami proses terjadinya sel kanker di tingkat molekular, sehingga pengobatan dapat dilakukan sesuai dengan sasaran. Apoptosis atau bunuh diri sel menjadi topik menarik bagi peneliti di bidang ini. Dapat kita bayangkan, berapa besar ukuran tubuh kita apabila sel-sel didalam tubuh hanya tumbuh dan membelah saja tanpa ada yang mati. Dalam kenyataan yang sebenarnya, setelah tubuh kita mencapai ukuran dan bentuk tertentu, maka pertumbuhan sel pun terhenti, dalam arti tidak bertambah besar lagi. Disini terjadi keseimbangan antara pembentukan sel baru dengan matinya sel tua. Jumlah sel tua yang mati lebih besar daripada sel yang dihasilkan oleh pembelahan. Itulah penyebabnya semakin tua tubuh menjadi udzur. Strategi mempergunakan apoptosis untuk menghadapi sel kanker belum ada realisasinya. Apabila misteri apoptosis berhasil dipecahkan, maka pengobatan penyakit kanker tetu dapat dilakukan dengan lebih mudah, yaitu cukup dengan menyuruh sel-sel kanker melakukan bunuh diri masal.

Upaya alternatif pengobatan kanker
Masyarakat yang menderita kanker banyak yang enggan melakukan pengobata secara medis karena berbagai alasan, seperti alasan ekonomis, psikis, adanya efek samping serta tidak adanya jaminan kesembuhan. Penemuan tanaman-tanaman obat yang menunjukan efek farmakologis terhadap penyakit kanker terutama yang telah mengalami uji secara ilmiah telah memberikan alternatif dalam mengatasi dan mengobati penyakit kanker. Hingga kini kanker masih menjadi momok dan sangat menakutkan bagi masyarakat

Jenis tanaman obat untuk mengobati kanker
1.    Ciplukan (physalis angulate)
   Ciplukan termasuk famili solanaciaea dan merupakan tanaman terna semusim yang banyak tumbuh liar dikebun atau tanah kosong yang kondisinya sedikit basah. Batang ciplukan berwarna hijau dan lembayung, berdiri tegak serta batang bawah berbentuk bulat dengan alur kecoklatan. Seluruh bagian tanaman dapat digunakan untuk mengobati kanker. Kandungan kimia yang terdapat dalam ciplukan diantaranya saponin, flavonoid, polifenol, asam klorogenat, zat gula, elaic acid, dan fisalin. Tanaman ciplukan bersifat analgetik, detoxikan serta pengaktif fungsi kelenjar tubuh. Saponin yang terkandung dalam ciplukan memberikan rasa pahit dan berkhasiat sebagai anti tumor dan menghambat pertumbuhan kanker. Penyakit kanker terutama kanker usus besar, flavonoid dan polifenol berkhasiat sebagai anti oxidan.

2.    Kunyit ( Curcumae domestica )
Kunyit termasuk kedalam famili zingiberaceae. Tanaman ini tergolong terna menahun dan tingginya bisa mencapai 70 cm. Bagian yang digunakan sebagai obat adalah daun dan rimpangnya, kandungan kimia dalam tanaman kunyit diantaranya miyak atsiri, kurkumin saponin flavonoid, polifenol, asam askorbat, beta caroten, augenol dan niasin. Kurkumin terkandung dalam rimpang kunyit bermanfaat sebagai anti tumor, dan anti inflamasi. Saponin berkhasiat sebagai anti kanker dan beta caroten, polifenol, serta flavonoid berfungsi sebagai anti oxidan.

3.    Temu putih (curcuma zedoaria)
Temu putih tergolong dalam famili zingiberaceae, tanaman yang digunakan untuk obat adalah rimpangnya. Senyawa kimia yang terkandung dalam temu putih diantaranya monoterpen. Komponen epikurminol dan zedoarone berkhasiat sebagai anti tumor, senyawa monoterpen yang terkandung dalam minyak atsiri berkhasiat sebagai anti kanker dan telah terbukti dapat menonaktifkan pertumbuhan sel kanker payudara. Kurkumin berkhasiat sebagai antiradang dan antioxidan yang dapat mencegah kerusakan gen. Curcuminol berkhasiat sebagain pelindung hati.
  
4.    Sambiloto (andrographis paniculata)
   Kandungan kimia nya antara lain sapatonin flavonoid, tanin,andrograpolida, dioxiandrograpolida, neoandrograpolida, panikolina, apegenin dan beberapa mineral. Senyawa andrograpolida bermanfaat sebagai pelindung hati yang sangat potensial dalam menghambat toxisitas hepar dan inti inflamasi. Sifat antibiotik sambiloto sangat membantu dalam menyembuhkan luka akibat kanker. Berdasarkan penelitian extrak sambiloto bermanfaat sebagai anti tumor dan menghancurkan inti sel kanker.

5.    Temulawak (curcuma xanthoriza)
            Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah rimpangnya. Kandungan kurkumin dalam rimpang temulawak berkhasiat sebagai antioxidan, antiinflamasi dan anti tumor. Selain itu temulawak juga berkhasiat menghilangkan rasa nyeri dan sakit karena kanker. Ekstrak temulawak di konsumsi guna mencegah penyakit hati, termasuk hepatitis B yang menjadi faktor resiko terjadinya kanker hati.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teknologi Informasi Zaman Now Di Bidang Kesehatan

Solusi Untuk Cantengan